Begitu Mahalkah ? Converter BBG Kit

Strategi penghematan Energi skala Nasional oleh Pemerintah RI perlu dukungan masyarakat luas diantaranya BBM ke BBG, namun harus di lihat aspek-aspek standar keamanan dan alat konversi yang masih kendala dengan Regulasi.

Kit konversi (Conversion kit) yang harus dipasang agar kendaraan biasa baik bensin maupun diesel dapat menggunakan BBG dirasakan terlalu mahal,  disamping itu penyimpanan gas yang menjadi persoalan dimana dimana tangki mobil BBM bisa diisi dengan 75 liter sedangkan untuk tangki BBG hanya dapat menyimpan gas bertekanan 200 bar yang setara dengan 17 liter premium.

Walaupun begitu pencabutan subsidi BBM sehingga harga BBM m
Mahalnya alat Konversi BBG dan Pemerintah hanya menanggung kendaraan umum saja, bagaimana kendaraan non umum ?, ini yang perlu kita sienjadi 3 kali lipat dari harga sekarang adalah sangat tidak realistis. Oleh sebab itu diperlukan suatu solusi jalan tengah dengan melakukan pengalihan subsidi BBM kepada BBG sampai harga kedua jenis energi tersebut dapat ditentukan oleh mekanisme pasar. Usulan subsidi BBG tersebut, sama sekali tidak akan membebani pemerintah.  Sebaliknya Pemerintah justru diuntungkan karena yang terjadi bukanlah penambahan anggaran subsidi melainkan hanya mengalihkan alokasi subsidi dari BBM ke BBG dengan jumlah lebih kecil untuk setiap volume BBM yang di substitusi BBG.

Mahalnya alat Konversi BBG dan Pemerintah hanya menanggung kendaraan umum saja, bagaimana kendaraan non umum ?, ini yang perlu kita sikapi seperti telah dilansir oleh VOA INDONESIA (http://www.voanews.com/indonesian/news/Pemerintah-Mulai-Akui-Konversi-BBM-ke-BBG-Tak-Mudah-137671958.html)  dijelaskan Ketua Asosiasi Pengusaha seluruh Indonesia atau Apindo, Sofyan Wanandi, belum terlambat jika akhirnya pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi daripada harus melakukan konversi dan pembatasan pengunaan BBM bersubsidi. Sofyan Wanandi menilai akan banyak masalah jika pemerintah memaksakan diri untuk konversi BBM ke BBG serta membatasi penggunaan BBM bersubsidi. Ia tidak sependapat jika dinilai meningkatnya jumlah kendaraan menjadi penyebab kuota BBM bersubsidi membengkak dan otomatis anggaran subsidi terus bertambah. Ia menegaskan menaikkan harga BBM bersubsidi merupakan cara paling tepat dibanding opsi lain.

Jadi !, lebih mahal mana ? menaikan BBM bersubsidi atau beli Converter BBG Kit.

Iklan

KLEPTOKRASI !

Beberapa waktu yang lalu heboh di surat kabar tentang adanya kekhawatiran Negara kita menuju kepada “kleptokrasi” dimana mencuri cenderung menjadi suatu yang wajar, jelas ini sangat membahayakan karena akan menghancurkan bangsa. Tak kurang dari para tokoh, antara lain Buya Syafii Maarif yang merasa sangat prihatin. Tapi beruntung lah kita karena ternyata jumlah yang benar dan waras masih jauh lebih banyak. Mencuri itu sendiri dapat dilakukan dalam banyak bentuk dan cara ada dengan mengambil hak orang lain, ‘memalak’, memungut yang bukan seharusnya dan lain lain. Namun ada lagi kejadian dimana seorang pengemudi taksi yang menemukan dompet dan amplop yang tertinggal di taksinya lalu dia segera mengembalikannya kepada sang pemilik. Masih banyak hal positif dan kejujuran yang tidak terceritakan, masih sangat banyak orang yang ber integritas di negeri ini.

Obrolan tentang “klepto mania” ini tersebar dari warung kopi sampai café modern yang pada intinya “kenapa ya?”, ada yang ngotot bilang “pokoknya selama manusia mempunyai nafsu ya begitulah”, yang lain bilang “ya itu karena lemah iman”, ada lagi “ya karena tidak mencukupi” dan lain lain. Sidik punya sidik ternyata yang paling dominan atau menentukan “klepto mania” ini adalah GAYA HIDUP. Ketika seseorang melakukan gaya hidup melebihi kemampuan dia maka dia akan dihadapkan kepada “ketidak mampuannya” dan bisa mendorong dia menghalalkan segala cara supaya dia mampu. Gaya hidup dimaksud bisa pola belanja, berpakaian, keinginan berlebih, hasrat-hasrat dan nafsu nafsu yang negatif. Perlu keniscayaan, perlu kendali diri yang kuat jangan jebol, jangan lah kita melakukan pembiaran, ketika dirasakan mulai ada gaya hidup yang mulai tidak sejalan dengan kemampuan kita.

Ada hal lain yang penting selain gaya hidup, yaitu LINGKUNGAN. Lingkungan yang kita pilih sangatlah menentukan kemana kita, menjadi apa kita, kalau lingkungan buruk maka buruklah kita, kalau lingkungan baik maka baiklah kita. Mario Teguh pun sempat mengingatkan, bahwa “kalau berada dalam lingkungan bahwa mencuri itu halal maka jadilah dia pencuri”.

Mari kita ciptakan LINGKUNGAN yang baik pula. Ayo kita lihat lagi tulisan diatas tentang “lingkungan”, kalau dengan lingkungan yang baik maka kita semua yakin dan akan dalam situasi yang baik pula, lalu kalau sudah demikian mau gimana lagi? Mau pilih apa lagi? Ya udah, mantaplah kita, ayo kita semua bekerja serius, bahu membahu dengan semangat kuat dan stabil agar manfaatnya dirasakan oleh keluarga kita, lingkungan kerja kita dan terakhir untuk kemajuan keluarga kita

Atau…………… “Enjoy aja lagi……” kata satu iklan.

“Anak Ayam Yang Terpenjara Oleh Kulit Telur”

 

Image

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketika seekor anak ayam masih di dalam telur, maka terpenjaralah dia dalam kulit telurnya, namun ketika sampailah dia pada waktunya maka dia akan mendobrak kulit telur itu dan muncullah dia ke dunia nyata menjadi seekor anak ayam yang mampu “berkarya”, tanpa mendobrak maka tetaplah dia akan terpenjara.

Sama halnya dengan kita, ketika kita terpenjara oleh kepicikan kita, kurang percaya diri, rasa iri hati kepada orang lain, kemalasan, keinginan untuk mengambil yang bukan hak kita, mau mudahnya tanpa usaha mau dapat hasil, dan lain-lain, maka terpenjaralah kita oleh semua hal tersebut, sehingga kita membutuhkan satu waktu untuk mendobrak hal hal tadi menjadi diri kita yang seutuhnya dengan segenap motivasi mencapai hasil tertinggi, menjadi percaya diri, sikap adil dan jujur, mau bekerja sama dengan orang lain, ingin bekerja keras, dan lain-lain, dan kita “terlahir baru”.  Ayo kita “mendobrak” untuk berkarya dengan nyaman, aman, lingkungan yang sehat.

Semakin besar dan sehat, kesempatan untuk maju tidak pernah hilang bagi yang mau, ingin dan melakukannya!! Ayo bertindaklah, sekarang juga!!

Belenggu-belenggu ini, masih mau nunggu-nunggu??

Ah…..rupa rupanya hal hal diatas tadi belum cukup meyakinkan kita, mungkin sebagian ada yang mengatakan, ah….dia kan mampu begitu karena ….. sedangkan saya?….saya kurang ini…… kurang itu……Nah disinilah, coba kita lihat orang lain lalu bandingkan lihat diri kita, ternyata tidak ada yang istimewa pada orang orang yang maju tersebut, yang berbeda ternyata adalah rasa percaya diri saja, ternyata tidak diperlukan keistimewaan bagi seseorang untuk maju bisa “mendobrak” melainkan hanya dengan “berpikirlah positif, berpikirlah besar”. Cukup bagi kita untuk mengubah dari berpikir negative, berpikir kalah seperti menyalakan saklar lampu “klik” menjadi berpikir positif, berpikir besar. Ayo mau tunggu kapan lagi, lakukan “klik” tadi sekarang juga. Sekarang!!

Kita harus juga “berpikir besar, berpikir positif”, sudah berada dalam yang sangat positif bagi anda menjunjung tinggisebuah nilai  “adil dan jujur”,  bahwa keberhasilan itu perlu dihargai, bahwa tindakan yang tidak baik tidak bisa di tolerir.

Nah kalau begini, mari kita aktualisasikan diri kita dalam karya, tidak perlu  memikirkan rumput tetangga yang lebih hijau padahal salah melihat, karena rumah kita sendiri sudah begitu memungkinkan kita untuk bisa maju.